Satu hari setelah lebaran tahun ini, aku pergi bersama sepupuku yang bernama Miska mengantarkan mbaknya ke rumahnya. Tadinya tidak diizinkan orangtuaku karena hari itu mau berenang di Bogor bersama keluarga kakak sepupuku, tapi karena rumah mbaknya Miska di Bogor juga, jadinya boleh. Tetapi, kata orangtuaku nanti ketemuan di tempat berenang setelah mengantar mbaknya Miska.
Hari itu kami berangkat jam 10-an. Perjalanan ke sana sekitar 2-3 jam karena jalannya rumit. Rumahnya benar-benar dikelilingi oleh hutan bambu, tapi tidak terlalu menyeramkan. Ketika sampai, kami sholat zhuhur lalu aku dan Miska minta diantarkan ke sawah. Kami foto-foto untuk kenangan. Ada kambing dan sapi, kami juga dikejar-kejar kambing. Untungnya tidak apa-apa. Ternyata sudah jam setengah dua, makanya kami segera berangkat setelah pamit. Kami menuju tempat berenangnya keluargaku. Karena tidak tahu jalannya, kami bingung sampai yang seharusnya hanya 1 jam sudah sampai belum sampai juga padahal sudah jam 3. Saat kami berhenti sebentar untuk istarahat, aku ditelepon orangtuaku, katanya tidak usah datang soalnya penuh. Tetapi kami tetap datang, walaupun tetap bingung.
Sesampainya di kolam renang, ternyata semua sudah selesai berenang. Padahal sudah capek mencari tempat berenang ini. Jadi, kami kesal. Sebelum pulang, aku bersama keluargaku, dan keluarga kakak sepupuku makan di restauran spaghetti. Sekitar jam 8 malam kami baru pulang. Hari itu amat melelahkan walaupun menyenangkan.
INFORMASI
Cara Membaca atau menceritakan yang Bagus
Jika kita mempunyai pengalaman, cerita, atau sebuah peristiwa dan kita ingin menceritakannya, kita juga perlu melakukan beberapa hal yang dapat membuat orang mendengarkan menjadi tidak bosan, dan menganggap cerita atau pengalaman yang diceritakan menarik. Halhal tersebut dapat sebagai berikut :
þ Kalau menceritakan pengalaman, harus ada ekspresi atau mimik muka yang sesuai dengan tema cerita. Misalnya, bila sedang menceritakan hal yang seru, mimik muka kita juga harus menampilkan keseruan dari cerita tersebut. Ekspresi yang dikeluarkan juga dapat menambah pendengar semakin penasaran akan cerita tersebut.
þ Lebih baik memilih cerita yang menurut kita orang yang mendengarkan akan merasa tertarik akan cerita yang dibawakan.
þ Bila bercerita lebih baik menggunakan kalimat atau kata yang efektif dan mudah dimengerti supaya pendengar tidak bingung akan maksud, inti, atau alur cerita. Ini juga berpengaruh untuk kesan cerita.
þ Jika perlu, dapat pula kita mencatat pokok-pokok pengalaman yang akan diceritakan.
þ Lakukan interaksi dengan pendengar, misalnya kontak mata agar tidak terlihat kaku atau gugup.
þ Intonansi kita juga perlu diperhatikan dan diatur supaya lebih menarik dan memperjelas.
þ Bahasa yang dipakai jangan terlalu baku, agar terlihat lebih santai.
þ Dan lain-lain.
Labels: Bahasa Indonesia Pak Ucok